Tolak Duo Serigala, Ini Kata Ketua BKPMRI Wajo

WAJOSATU.COM, Tempe — Adanya rencana kedatangan Duo Serigala di Kota Santri, Sengkang, Kabupaten Wajo membuat sejumlah kalangan menolak dengan tegas. Pasalnya, penampilan yang seronok dianggap telah merendahkan kaum wanita.

KMH Agustan Ranreng

Seperti halnya, Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMRI) Kabupaten Wajo yang turut angkat bicara. Pasalnya, dengan tegas lembaga tersebut menolak rencana manggung artis tersebut, di Kawasan Lapangan Merdeka (Lapmer), Kota Sengkang.

Melalui Ketua Umum (Ketum), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BKPMRI Kabupaten Wajo KMH Agustan Ranreng menjelaskan, Bahwa Kabupaten Wajo merupakan gudangnya para ulama.Untuk itu, kiranya jangan tercederai dengan aksi pornografi sepertihalnya didaerah lain.

“Ya, tentunya, tak diinginkan Wajo selaku kota santri harus tercederai dengan aksi pornografi. Apalagi, kita ketahui Wajo merupakan gudangnya para ulama, ketika manggunya di Lapmer yang notabene berada didepan Masjid Raya, Sengkang yang merupakan tempat pengajiannya pesantren guru-guru’ta,”jelasnya.

Lanjut, KMH Agustan Ranreng mengatakan,  ketikapun ada kegiatan hiburan tentunya hal itu boleh-bolen saja. Tetapi, jangan menodai Kota Santri dengan tontonan yang serono. Olehnya itu,  BKPRMI Wajo akan Menyampaikan hal ini kepda pemerintah.

“Kita akan sampaikan ke Pemkab Wajo. Ya, agar tidak membiarkan hal seperti ini terjadi di kota Santri ini, dengan demikian kita harus bergandengan tangan dengan para Ulama dan Umara untuk menyelamatkan generasi muda kita dari aksi pornografi yang marak di Kabupaten ini, seperti halnya yang biasa diistilahkan candoleng-doleng,”harapnya

Sekedar diketahui, Duo Serigala merupakan pendatang baru di dunia musik dangdut yang beranggotakan Pamela Safitri dan Ovi Sovianti. Mereka memiliki goyangan khas yang disebut goyang dribel. Tampil seksi dengan goyangan terlalu seronok membuat dua wanita berambut panjang itu terkadang terganjal masalah. (Ws-IT)

Leave a Reply